RSS

Fentilasi Hati

18 Des

Oleh : Ali wafa musfikin

hati memanglah hanya segumpal daging . . . . .
Tapi segumpal daging itu mampu merubah . . . . .
Merubah baik dan buruknya sikap manusia . . . .
Begitu juga hati yang kumiliki . . .
Aku hanya dapat merasakan bahwa ku punya hati . . . .
Tapi ku tak pernah tau bagaimana bentuknya . . . . .
Bukan bentuk secara fisik, tapi bentuk secara batiniyah . . . .
Ku merasakan hatiku telah gerah . . . .

Gerah dengan semua yang telah mengisi hatiku . . . .
Gerah dengan semua gejolak hati . . . .
Gerah dengan gelombang kehidupan yang menerpaku . . . . .
Ku ingin hatiku punya jendela . . . .
Agar hatiku bisa merasakan suasan baru . . . . . .
Dengan angin kelembutan yang mengisinya . . . . .
Seperti layaknya jendela pada rumahku sebagai fentilasi udara . . . …..,
aku ingin merasakan udara kehidupan masuk dalam hatiku . . . .
Agar setiap waktu hatiku menjadi lebih segar . . . . .
Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Desember 2012 in catatan Q, cerpen, puisi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: