RSS

Malam

18 Des

Oleh : Ali wafa musfikin

Dalam bilik senja malam . . . . . .
Bintang dilangit itu hanya diam tertegun . . . . .
Akupun tak berdaya dalam bisunya angin . . . . .
Tarian-tarian daun dalam melodi malam . . . . .
Mebuat sepinya malam kian tak bermakna . . . . . .
Metamorfosa bunyi kian tak terarah . . . . . .
Semakin kelam dalam bait-bait kehidupan . . . . . . .
Semakin bergemuruh dalam bahtera badai jiwa . . . . .

.
Semua tampak tak karuan . . . .
Bagai untaian benang yang telah melilit sendi-sendi kehidupan . . . . . . . .
Bagai badai dalam air yang tak disangka . . . . .
Aku terhanyut dalam aliran bait-bait malam . . . . . .
Aku terdiam dalam bisunya angin malam . . . . . .
Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Desember 2012 in catatan Q, cerpen, puisi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: